Blog-nya iLma

Random things to say - because life goes in that way

Garlic Bread

*picture from cybereat.com

Gara-gara liat iklan Deli Crunch, jadi penasaran cara mbikin Garlic Bread. Klo diiklan pake bom, then what is the right way actually?

Nah, tadi nonton Everyday Italian di Channel5. Akhirnya terungkap juga caranya. Okeh, this is how we do it!

Alat:
- Oven
- Food processor/mixer, kalo mau manual juga boleh (pake ulekan, buat halusin bawang putih, trus pake garpu untuk menghaluskan butter)

Bahan:
- Roti Prancis
- Unsalted Butter (mentega tawar) 200gr
- Bawang putih 6 siung
- Daun Rosemary secukupnya
- Daun mint seadanyanya
- Daun oregano sedikit banyak, klo bisa oregano italia punya (indonesia ada ga ya?)

Cara bikin:
1/ Potong serong roti prancis, sisihkan

2/ Campur butter, daun-daunan, dan of course garlic atawa bawang putih ke dalam food processor/mixer/cara manual

3/ Oleskan campuran tersebut ke atas roti prancis

4/ Panggang di dalam oven dengan suhu 150 derajat selama 5 menit

Hmmm... crunchy and delightful!

Silau, Man!!!

Tag iklan odol jadul...

Jadi teringat klo pulang dari PT kemalaman. Jalanan jadi penuh dengan lampu-lampu kendaraan yang berseliweran. Kalo dari arah yang berlawanan, mau tidak mau, kita dipaksa menerima sorotan lampu-lampu kendaraan yg ga bisa dibilang redup. Kecuali adanya penerangan yang cukup dari lampu jalan.

Tapi klo di daerah yang tara ada lampu jalan, sa tara jamin, mata bisa melek dalam waktu lama. (loh, kok pake bahasa Irian setengah2, hehe).

Jadi begitulah. Mata ini tidak bisa menerima rangsangan cahaya yang terlalu terang. Maaf, saya tak tau berapa kandela kita bisa tahan.

Cuman, yang saya tau, mata kita tidak akan silau melihat sisi terang (bright side) dari masalah. Karena, kemungkinan besar, 'kemudahan' senang berada di daerah terang. Jadi, dengan look on the bright side, bisa liat si 'kemudahan' deh...

Break the Code!

Akhirnya, aku berhasil memecahkan misteri blog sendiri yang begitu menganggu semenjak tahun lalu.Tahukah teman-teman apa yang kumaksudkan? Dia adalah garis pengganggu yang melintang dengan nyaman di antra postingan-postinganku.

Sebenarnya, template blogku yang sekarang ini udah dimodifikasi. Untuk tempat postingan diperlebar. Sehingga musti dipermak sana-sini. Ganti image ini itu. Tinggal satu aja yang ga berhasil kutemukan. Gimana cara ngilangin garis yang berada di tengah-tengah postingan. Seperti gambar di bawah:


Berhubung sibuk kerja, jadi kubiarkan aja. Nanti kalo ada waktu aku baca-baca lagi template sebelum dan sesudah modifikasi. Mana yang belum kuperbaiki.

Kebeneran, dapet cuti lama karena tabrakan motor. Mungkin ini hikmah di balik itu ya?? Hmmmm...Dan begitulah, akhirnya kumenemukanmu kata Naff.

Aku cari-cari command yang ada hubungannya garis, ubah sana, delete sini. Ga bawa hasil positif. Rupa-rupanya, bukan command garis, tapi itu adalah image. Halah-halah... Cape de...

Sekarang dah OK. Mo ganti background ah.. Toh masih ada dua minggu lagi. Daripada bengong.. Tul, ga? :D

Calamari!

*picture by wikipedia*

Tiba-tiba teringat Calamari. Jadi pengen bikin. Teman-teman tau Calamari itu apa? Calamari berasal dari bahasa Minang yang berarti malam hari atau hari gelap atau mendung. bentuk awalnya "kalam hari". Kadang bahasa Minang mirip sama bahasa Perancis. Dimana huruf "h"-nya tidak diucapkan. Sehingga "kalam hari" itu jadi "kalam ari". Biar keren dikit, jadilah "calamari".

Baiklah, cukup dengan prolog ngaco-nya. Sebenarnya calamari itu makanan mediteranian people.

Ada resep kecil-kecilan sih... Ga tau original recipe sana bikinnya gimana.

Alat:
Panci/wajan untuk menggoreng

Bahan:
Cumi-cumi
- tepung maizena 3 sdm
- lada hitam secukupnya
- garam 1/2 sendok makan
- bubuk bawang putih 1/2 sendok makan

Telur ayam 1 biji, kocok lepas
Tepung panir/roti
Minyak goreng

Caranya:
Bahan tepung dicampur semua, kecuali tepung roti.
Lalu guling-guling cumi-cumi di bahan tepung tersebut.
Celupin cumi bertepung ke telur yang telah dikocok lepas.
Lalu guling lagi di tepung roti.
Panaskan minyak, dan goreng hingga matang.
Sajikan hangat pake saus tomat atau sambal.

Hmmm.... Ajiiib...

Tapi ini bisa dikreasikan. Misal ga ada bubuk bawang putih, yawda, bawang putihnya di halusin aja (sebanyak 1/2 sdm). Ga ada lada hitam, bagusnya pake itu sih, ganti sama apa yang ada aja. Misal Roy*o.

*picture by suzuki2wheels collection at photobucket*

Ini Dude bukan Dude Herlino... Ini Tragedi Dude, tragedi Dua Desember...

Dua hari sebelumnya...

Aku terpikir, kalo naik motor harus hati-hati. Mengingat ada satu hari penting yang akan dihadapi.

Sehari sebelumnya..

Aku terpikir, gimana ya cara jatuh yang benar. Maunya ya ga jatuh, tapi kalo kejadian, gimana triknya biar ga mengalami collateral damage, hehe, lebay...

15 menit sebelumnya..
Ups... terlalu ngebut (speedometer dah menunjuk ke angka 100km/jam). Kurangi ah.. Kata Mas Uud, "Kalo mau aman berkendaraan, kecepatan maksimum 60km/jam."

Saat jarum speedo sedang berjuang mencapai angka 60..

GUBRAK!!! Werrr... (bunyi roda muter. Kalo sepeda jatuh nabrak sesuatu rodanya kan muter. Tapi ini motor, rodanya muter juga ga ya waktu itu?)

Begitulah...

Telah terkapar seorang pengendara honda beat orange di sebuah pertigaan jalan dengan posisi tengkurap. Hehe, kalo diingat rasanya posisi itu rada menggelitik perut.
Cuman kalo ingat waktu jatuhnya, ngeriiiiiii.....

Selang satu menit setelah kejadian jatuh..

Para pengendara yang lain menolong menyingkirkan si pengendara malang dari tengah jalan agar tidak menghalangi arus kendaraan yang lalu lalang.

"Cepat buka helmnya!" komando seorang bapak.

"Ga apa-apa bu?" tanya yang lain sambil membuka helm.

Sementara seorang lagi, laki-laki, dengan sigap membuka penutup hidung si pengendara yang notabene bergender perempuan. Cie.. cie.. Disinilah adegan romantis terjadi saudara-saudara. Mereka seperti Fahri dan Aisyah waktu merit (tokoh-tokoh dalam cerita "Ayat-ayat Cinta), hehe.Bedanya, ga ada wajah yang bersemu merah karena malu, tapi wajah meringis karena menahan sakit.

Hhhh... Si Aisyah teoteblung itu adalah saya, ima. Sementara Fahri palsu seorang pemuda berseragam oranye khas pegawai fabrikasi minyak di sebuah pulau di Kepulauan Riau. Sampe sekarang si fahri palsu tidak diketahui identitasnya siapa. Kalo jodoh ga kemana, halaaaaaah... Ga penting..

Kenapa kecelakaan terjadi? Istilah jawanya, ala piye... ala piye... (Bener kagak ya?)

Padahal sebelum berangkat, saya baca doa keluar rumah dan ayat kursi tiga kali dulu. Cuman, keterusan baca doa sebelum tidur, hehe. Biasanya gitu siy klo mo bobo, ayat kursi dulu..

OH!!! Mungkin gara-gara doa sebelum tidur itu kali ya???

Setelah memastikan saya ga luka parah, kerumunan bapak-bapak yang baik hati pada bubar jalan. Oia, ada adegan perpisahan yang tak terperi. Fahri palsu juga ikutan ngacir pergi.
"Fahri kerja dulu ya Aisyah.." kira-kira begitu mungkin di pikirannya. Hyehehe.

Tinggallah saya dan orang yang terpaksa saya tabrak. Ada kejadian lucu lagi berawal dari dialog dua orang yang nabrak dan ditabrak.
Nah, si orang satu ni (cowok) ngotot minta ganti rugi. Loh apa ga kebalik? Yang salah siapa? Orang dia motong jalur saya. Terang aja saya marah sekalipun sedang puyeng akibat dagu kebentur waktu jatuh.

"Eh, jangan macem-macem. Satu macem aja saya dah males liatnya. Saya jatuh kan gara-gara kamu. Kamu kagak kenapa-napa. Kok justru saya yang ganti? It's not per!" sungut saya.

"Yawdah! Kalo mo yang per, kita urusan sama polisi!" ancam cowok itu.

"Huh! Kamu orang mana siy?" saya mencoba mengalihkan pembicaraan. Skalian cari aman, hehe..

"Saya baru datang dari Jakarta."

"Ya sud. Kamu tunggu di sini dulu ya... Btw, tadi rencananya mo kemana?" tanya saya basa-basi.

"Lah, kamu sendiri mo kemana?" si cowok malah balik nanya.

"Mo pergi kerja."

"Saya juga. Jam 9 masuk."

"Saya jam 8."

"Lah, sekarang dah jam 8," si cowok heran dan berpikiran jangan-kangan nih cewek bo'ong.

"Dah bilang bos klo kecelakaan. Jadi gemana neh? Saya luka-luka, kamu kagak."

"Saya ga punya uang, masih pengangguran," Loh? Tadi bilang mo kerja jam 9.

"Lagipula, saya minta ganti rugi motor ini bukan punya saya." sambung cowok tersebut.

"Plis deh. Kamu yang salah kok saya yang ganti rugi? Saya sakit-sakit neh. Harusnya kamu yang ganti rugi. Belom motor saya juga sempat jatoh. Ga mungkin baek-baek aja ntu motor."

"Lo kau yang nabrak dari belakang!" si cowok mulai main kasar.

"Haloooo... Saya di jalur saya, kamu yang motong. Dimana-mana kamulah yang salah!"

"Ok, kalo gitu. Kita pake polisi aja!" ancam si cowok.

"Okeh.. Siapa takut?" balasku ga kalah pede.

"Saya punya teman polisi. Saya panggil ya.." katanya sambil mencet sembarang nomor di hapenya.

"Saya juga punya." sahutku ga mo kalah juga.

Hehe, jadinya pada gertak sambal. Padahal sama-sama takut kalo bawa-bawa ke polisi. Saya ga punya SIM! Hehe. Bandel, dah ga ada lisensi berkendara, ngebut pula.Tapi yang jelas saya ga bo'ong. Teman saya memang ada yang kerja di kepolisian. Tapi ga di Batam sini, hehe.. :p

Begitulah...

Setelah beberapa saat saling diem-dieman, si cowok sok tegar kemudian kabur setelah melempar salah satu helm kepunyaannya karena kesal.

Hikmah di balik cerita: sekalipun sakit, hingga jempol kaki kanan patah, tapi diberi kesempatan untuk beromantis ria. LOH! Bukan! Harusnya, kalo naik motor boleh ngebut, asal jangan nabrak. Caranya? Jangan ngebut! Hehe... Pusing? Oleskan balsem jangan minum obat. :p

About Me

My Photo
iLma
Saya hanyalah manusia biasa yang selalu berpikir hidup itu simpel, sederhana. Yang rumit itu cuman satu, jodoh... hehe Btw, please stop by and give comments.. Thank you..
View my complete profile

About this blog

It's all about my life.. What I've been through or what I'm dreaming about.

Feel free to read and if you want to share it with your friend...

Yang Barusan Datang

Blog-nya iLma