Blog-nya iLma

Random things to say - because life goes in that way

Sebelumnya aku pernah berpikir kalo hati dan otak saling terhubung satu sama lain. Lihat postingan ini. Mereka bisa saling mempengaruhi. Saat suasana hati mendung, otak tidak bisa berpikir dengan jernih. Begitu sebaliknya.

Hanya saja, aku tidak pernah terpikir bahwa otak bisa menganalisa perasaan. Mungkin otakku selalu berpikir negatif bila menyangkut perasaan. Misal, ada orang memberi sedikit perhatian. Otakku akan meyakinkan hatiku, "Halah, paling kamu ge-er."

Dengan demikian, aku jarang menggunakan otak untuk menganalisa perasaan diri sendiri atau orang lain. Tapi dengan menggunakan asas asosiasi atau persamaan. Misal, "jika seseorang melakukan ini pada saya, apa artinya?" tanya hati. Untuk menjawabnya, aku akan mengumpamakan diriku sebagai orang tersebut. Dengan demikian terjawab sudah pertanyaan 'apa artinya?' itu. Hanya saja, kadang berujung dengan pertanyaan yang susah dijawab, 'benarkah demikian?'.

Berawal dari obrolan dengan seorang teman (laki-laki), dia menyuruh untuk menggunakan logika saat aku bertanya-tanya tentang perasaan. Waktu itu aku merasa, mana mungkin menggunakan logika untuk menganalisa perasaan? Entah pembenaran dariku, bukankah perempuan lebih suka menggunakan perasaan daripada logika? Perasaan tentu saja harus dicari jawabannya dengan perasaan juga. Itu yang kuyakini saat itu.

Berakhir dengan obrolan bersama sahabat dekatku kemaren. Sahabat perempuanku mengemukakan kesimpulan dari suaminya yang menganalisa dengan otaknya tentang perasaan seorang ima. Fakta-fakta yang dikumpulkan berdasarkan tanggapan ima saat mengobrol dengan sahabat perempuan ima, jawaban-jawaban sms, dan postingan ini. Walaupun agak sedikit lebay kedengarannya, tapi kesimpulan yang dibuat berdasarkan analisa yang dia punya 100% benar. Subhanallah! Hebbat!

Begitulah... Aku jadi dapat pelajaran tambahan. Hati bisa dianalisa dengan menggunakan otak dan gunakan pikiran positif saat menganalisanya agar kemungkinan yang ada menuju pada satu kebenaran, yaitu kesimpulan yang menjawab pertanyaan.

Garlic Bread

*picture from cybereat.com

Gara-gara liat iklan Deli Crunch, jadi penasaran cara mbikin Garlic Bread. Klo diiklan pake bom, then what is the right way actually?

Nah, tadi nonton Everyday Italian di Channel5. Akhirnya terungkap juga caranya. Okeh, this is how we do it!

Alat:
- Oven
- Food processor/mixer, kalo mau manual juga boleh (pake ulekan, buat halusin bawang putih, trus pake garpu untuk menghaluskan butter)

Bahan:
- Roti Prancis
- Unsalted Butter (mentega tawar) 200gr
- Bawang putih 6 siung
- Daun Rosemary secukupnya
- Daun mint seadanyanya
- Daun oregano sedikit banyak, klo bisa oregano italia punya (indonesia ada ga ya?)

Cara bikin:
1/ Potong serong roti prancis, sisihkan

2/ Campur butter, daun-daunan, dan of course garlic atawa bawang putih ke dalam food processor/mixer/cara manual

3/ Oleskan campuran tersebut ke atas roti prancis

4/ Panggang di dalam oven dengan suhu 150 derajat selama 5 menit

Hmmm... crunchy and delightful!

Silau, Man!!!

Tag iklan odol jadul...

Jadi teringat klo pulang dari PT kemalaman. Jalanan jadi penuh dengan lampu-lampu kendaraan yang berseliweran. Kalo dari arah yang berlawanan, mau tidak mau, kita dipaksa menerima sorotan lampu-lampu kendaraan yg ga bisa dibilang redup. Kecuali adanya penerangan yang cukup dari lampu jalan.

Tapi klo di daerah yang tara ada lampu jalan, sa tara jamin, mata bisa melek dalam waktu lama. (loh, kok pake bahasa Irian setengah2, hehe).

Jadi begitulah. Mata ini tidak bisa menerima rangsangan cahaya yang terlalu terang. Maaf, saya tak tau berapa kandela kita bisa tahan.

Cuman, yang saya tau, mata kita tidak akan silau melihat sisi terang (bright side) dari masalah. Karena, kemungkinan besar, 'kemudahan' senang berada di daerah terang. Jadi, dengan look on the bright side, bisa liat si 'kemudahan' deh...

Break the Code!

Akhirnya, aku berhasil memecahkan misteri blog sendiri yang begitu menganggu semenjak tahun lalu.Tahukah teman-teman apa yang kumaksudkan? Dia adalah garis pengganggu yang melintang dengan nyaman di antra postingan-postinganku.

Sebenarnya, template blogku yang sekarang ini udah dimodifikasi. Untuk tempat postingan diperlebar. Sehingga musti dipermak sana-sini. Ganti image ini itu. Tinggal satu aja yang ga berhasil kutemukan. Gimana cara ngilangin garis yang berada di tengah-tengah postingan. Seperti gambar di bawah:


Berhubung sibuk kerja, jadi kubiarkan aja. Nanti kalo ada waktu aku baca-baca lagi template sebelum dan sesudah modifikasi. Mana yang belum kuperbaiki.

Kebeneran, dapet cuti lama karena tabrakan motor. Mungkin ini hikmah di balik itu ya?? Hmmmm...Dan begitulah, akhirnya kumenemukanmu kata Naff.

Aku cari-cari command yang ada hubungannya garis, ubah sana, delete sini. Ga bawa hasil positif. Rupa-rupanya, bukan command garis, tapi itu adalah image. Halah-halah... Cape de...

Sekarang dah OK. Mo ganti background ah.. Toh masih ada dua minggu lagi. Daripada bengong.. Tul, ga? :D

Calamari!

*picture by wikipedia*

Tiba-tiba teringat Calamari. Jadi pengen bikin. Teman-teman tau Calamari itu apa? Calamari berasal dari bahasa Minang yang berarti malam hari atau hari gelap atau mendung. bentuk awalnya "kalam hari". Kadang bahasa Minang mirip sama bahasa Perancis. Dimana huruf "h"-nya tidak diucapkan. Sehingga "kalam hari" itu jadi "kalam ari". Biar keren dikit, jadilah "calamari".

Baiklah, cukup dengan prolog ngaco-nya. Sebenarnya calamari itu makanan mediteranian people.

Ada resep kecil-kecilan sih... Ga tau original recipe sana bikinnya gimana.

Alat:
Panci/wajan untuk menggoreng

Bahan:
Cumi-cumi
- tepung maizena 3 sdm
- lada hitam secukupnya
- garam 1/2 sendok makan
- bubuk bawang putih 1/2 sendok makan

Telur ayam 1 biji, kocok lepas
Tepung panir/roti
Minyak goreng

Caranya:
Bahan tepung dicampur semua, kecuali tepung roti.
Lalu guling-guling cumi-cumi di bahan tepung tersebut.
Celupin cumi bertepung ke telur yang telah dikocok lepas.
Lalu guling lagi di tepung roti.
Panaskan minyak, dan goreng hingga matang.
Sajikan hangat pake saus tomat atau sambal.

Hmmm.... Ajiiib...

Tapi ini bisa dikreasikan. Misal ga ada bubuk bawang putih, yawda, bawang putihnya di halusin aja (sebanyak 1/2 sdm). Ga ada lada hitam, bagusnya pake itu sih, ganti sama apa yang ada aja. Misal Roy*o.

About Me

My Photo
iLma
Saya hanyalah manusia biasa yang selalu berpikir hidup itu simpel, sederhana. Yang rumit itu cuman satu, jodoh... hehe Btw, please stop by and give comments.. Thank you..
View my complete profile

About this blog

It's all about my life.. What I've been through or what I'm dreaming about.

Feel free to read and if you want to share it with your friend...

Yang Barusan Datang

Blog-nya iLma