Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Tuesday, 15 December 2009

Silau, Man!!!

Tag iklan odol jadul...

Jadi teringat klo pulang dari PT kemalaman. Jalanan jadi penuh dengan lampu-lampu kendaraan yang berseliweran. Kalo dari arah yang berlawanan, mau tidak mau, kita dipaksa menerima sorotan lampu-lampu kendaraan yg ga bisa dibilang redup. Kecuali adanya penerangan yang cukup dari lampu jalan.

Tapi klo di daerah yang tara ada lampu jalan, sa tara jamin, mata bisa melek dalam waktu lama. (loh, kok pake bahasa Irian setengah2, hehe). Dan ini malah menyulitkan calon penumpang mengenali apakah itu ankot ato mobil pribadi... Salah2 bisa nyetop mobil orang.

Jadi begitulah. Mata ini tidak bisa menerima rangsangan cahaya yang terlalu terang. Maaf, saya tak tau berapa kandela kita bisa tahan.

Cuman, yang saya tau, mata kita tidak akan silau melihat sisi terang (bright side) dari masalah. Karena, kemungkinan besar, 'kemudahan' senang berada di daerah terang. Jadi, dengan look on the bright side, bisa liat si 'kemudahan' deh...

Monday, 2 November 2009

Maju Terus Pantang Mundur

Ini dia! Filosofi Jalanan nomer 2 versi ima, hehe...

Kalo di jalan, jangan, sekali-kali jangan mundur apalagi terhenti. Kenapa? Karena ritme jalanan akan menjadi kacau. KECUALI, emang ada rambu2 yang nyuruh berhenti, apalagi klo itu Pak Polisi. Bahaya kalo nekad. Bakal ada hukuman yang mengikat. (seperti foto di samping)

Trus gimana dong kalo mo rehat bentar? Boleh saja, tapi jangan mendadak dan yang terpenting - signing. Karena yang berada di jalan adalah semua tipe manusia, mulai dari yang sabar luar biasa hingga emosian ga terkira.

Kita harus memberitahukan 'rekan' jalanan kita apa yang kita ingin lakukan. Mau nyalip, kasi tahu nyalip dari arah mana. Mau brenti, jangan mendadak ngerem poll! Brenti baek-baek, ambil jalur kiri (klo di Indonesia) sambil kasi lampu sign kalo mo ke kiri dan langkah terakhir berhenti...

Ada banyak aturan dan adab sopan santun yang musti dipelajari dalam pergaulan di jalanan. Dan ada hal penting yang musti ada selama berkendaraan. Apakah itu?

Surat Ijin Mengemudi! Alias SIM di samping STNK. Mengapa? Karena berdasarkan UU Lalu lintas terbaru, kalo ditilang tanpa SIM, sanksinya Rp. 1jt. Bandingkan dengan harga bikin SIM?

Ini sebenarnya mo nampar pipi sendiri biar sadar dan bikin SIM segera, hehe...
Abis ga sempat... Disamping itu, konon harganya mayan mahal (hampir setengah harga dendanya)... Eits, don't just believe in what you hear, PROVE IT!

Jadi, maju terus pantang mundur, hehe.. Ataw in English, Keep moving Forward!

Friday, 9 October 2009

Cinta di Hati

Sebenarnya apa sih cinta itu?
Sebenarnya apa yang ada dalam hati?
Segala macam perasaan di sana, bisakah diatur dengan perintah otak?
Ataukah hati bisa memerintah otak?

Katanya, organ dalam manusia yang pertama kali diciptakan Allah SWT adalah jantung. Di saat bayi berumur 3 bulan dalam kandungan, saat itulah ruh ditiupkan, otomatis, jantung pun mulai didetakkan. Mengapa menggunakan kata kerja pasif 'didetakkan'? Karena kerja jantung bukanlah atas perintah otak. Wong otaknya kan mboten wonten. Lalu jantung bergerak atas perintah apa dong?

Jantung, dalam bahasa inggrisnya 'heart' kemudian diterjemahkan secara 'salah' oleh orang Indonesia dengan 'hati'. Padahal hati kan liver dalam bahasa inggris. Jika ditambah dengan kolam, maka jadilah sebuah klub bola terbaik di dunia, LIVERPOOL, hehe...

Back to topic... Jadi, jantung ini tersusun dari otot-otot polos. Salah satu ciri otot polos adalah cara kerjanya yang tidak sadar. Beda dengan otot lurik, contoh otot lurik adalah otot yang melekat pada tulang. Gerakan otot lurik ini sadar, karena atas perintah otak.
Oleh karena gerakan jantung ini tidak sadar, maka timbul pertanyaan tadi, apa atau siapa yang menggerakkan otot jantung?

Dialah Allah SWT. Makanya, separo jantung atau hati kita bergerak atas kehendak-Nya.

Itulah yang terjadi dengan perasaan. Jatuh cinta kepada siapa bukanlah kehendak kita. Kadang orang keren sejagat raya pun ga bisa menggetarkan hati. Karena apa? Karena Allah ga menggerakkan hati kita ke dia.

Baiklah, itulah teori sementara yang pernah saya kumpulkan hingga akhirnya diskusi dengan seorang sahabat. Beliau bilang, "Jika kita ingin mencintai seseorang, tinggal cari kebaikan-kebaikan dari orang itu yang bisa membuat kita jatuh cinta. Lambat laun, hati akan tergerak untuk mencintai orang itu. Begitu juga sebaliknya. Jika ingin membenci seseorang, tinggal cari kejelekan dari orang tersebut hingga hati emoh sama dia."

Ini berarti ada kerjasama otak dan hati untuk menciptakan sebuah rasa...
Jadi mana yang benar? Wallahu 'alam. Hehehe..
Hhhh... omongan orang yang sedang bingung hatinya...

O, hati, hendak ke mana kita pergi?
terasa cinta hinggapi diri
tapi mengapa hati merasa sepi?

Sunday, 12 October 2008

Teori Jodoh (bag. 2)

Teori ini berdasarkan hasil perbincangan aku dan temanku 2t beberapa hari terakhir ini. Hehe, maklum, dah 25 tahun. Diskusinya soal jodoh melulu :D
Beginilah teorinya...

Jodoh itu ibarat angkot (bagi yang tidak memiliki kendaraan bermotor). Ada banyak sekali jenis angkot yang berseliweran, tapi apakah semuanya bisa kita tumpangi? Tidak, bukan? Penumpang pasti akan memilih angkot yang sesuai dengan tempat yang ingin dia tuju. Ini kita analogikan dengan kriteria jodoh.


Atas (yang ada muslimah berjilbab): angkot Batam.
Bawah: angkot Padang.
Kerenan mana? *Ga penting!

Kadang sopir angkotnya mau kita jadi penumpang dia, tapi kita ga mau karena tidak sesuai dengan jurusan yang ingin dituju. Kadang kita mau, tapi angkot penuh, atau sopir angkot ga liat kita.

Kadang ada juga sopir angkot yang suka milih-milih penumpang. Maunya cewek bohai bukan cewek serba tertutup atas bawah (pengalaman pribadi saya). OOT dikit yah... Waktu itu di Simpang Kabil, saya sedang setengah berlari mengejar angkot jurusan Muka Kuning karena saya bekerja di daerah itu. Si sopir angkot sedang sibuk nawarin cewek yang sedang berdiri di dekat angkot, tapi dia ga mau naik. Mungkin cewek itu mau ke Batu Aji. Jadi kan ga klop. Tapi si sopir maksa nawarin ke cewek itu. Karena merasa usahanya tidak berhasil dia akhirnya tancap gas. Padahal saya sudah akan membuka pintu angkot bagian belakang. Masya Allah! Saya terkejut dan langsung tertunduk lesu. Apes banget. Tapi syukurlah, saya belum sempat menginjakkan sebelah kaki di angkot tersebut, kalo sempat bisa jatuh terjungkal saya!

Melihat itu, sopir angkot lain yang baru datang tertawa melihat saya yang masih termangu di pinggir jalan agak ke tengah dikit. Sepertinya dia melihat kejadian memalukan yang saya alami. Dan tentu saja, saya naik angkot yang baru datang ini. Dalam hati saya hanya bisa berujar, Mungkin angkot ini jauh lebih baik dari angkot tadi.

Seperti itulah jodoh, kadang tidak berhasil dengan satu orang, mungkin, yang lain yang akan menyusul jauh lebih baik dari yang sebelumnya, hehe....

Tuesday, 7 October 2008

Teori Jodoh

Ehm.. ehm...

Postingan ini hanya fiksi semata, kebenaran hanya berasal dari Allah SWT.

Baiklah, akhir-akhir ini, sejak kesambet sesuatu yang aneh (tak usah dijelaskan apa), aku jadi suka berteori tentang jodoh, hehe...

Pertama, sebelum ruh kita ditiupkan Allah ke dalam rahim, kita sempat bertemu dengan ruh dari jodoh kita. Makanya, ada orang yang merasa, "Ini soulmate gue..." atau "Ada chemistry saat kami bertemu..." dan lain sebagainya. Pokoknya seperti udah kenal aja.

Kedua, setelah baca Layla dan Majnun, berkembang teori baru. Kita berasal dari satu ruh. Tapi sesaat akan masuk ke dalam rahim ibu, ruh/jiwa kita terbelah dua. Satu berjenis kelamin laki-laki, satu lagi perempuan. Maka, begitu kita yang telah mencintai seseorang seolah menemukan sesuatu yang hilang. Dan saat dipisahkan, serasa kehilangan separuh nyawa.

Wuehehehehe... begitulah teori jodoh dari Prof. iLma.

*profesor dari Hongkong?

Benar atau tidak? Wallaahu 'alam... Hehe, kata-kata favoritku... ;p

Tuesday, 30 September 2008

Ramadhan Tahun Ini

Target tak tercapai lagi, hhh.... Astaghfirullaah...
Tapi ada yang sedikit meningkat.
How 'bout you? Tercapaikah?
Mudah-mudahan tercapai..
Semoga ibadah kita ga hanya terhenti di bulan ini...
Tapi terus di follow up hingga bulan-bulan berikutnya sampai maut memisah raga dengan jiwa.

Ada nasihat dari Imam Ali:

Hari raya hanya untuk orang yang Allah terima puasa dan berkenan dengan shalat
malamnya. Setiap hari ketika orang tidak maksiat kepada Allah adalah Hari Raya
yang sebenarnya.

Oia, berhubung ini hari terakhir, kasi pantun ah...

Ikan sepat ikan teri
Selamat Idul Fitri

Ikan kakap ikan patin
Mohon maap lahir batin...

Hehe, bukan berarti aku penggemar ikan :D
Semoga kita termasuk orang-orang yang selamat di akhirat nanti...
Loh, kok jadi serem gini?

Friday, 5 September 2008

Penolakan



Apa hal yang paling ditakuti oleh orang yang akan melakukan sebuah pengakuan? Umumnya, orang akan menjawab, PENOLAKAN.

Inilah mengapa banyak yang mengurungkan niat untuk melamar seseorang. Apalagi orang yang telah lama diidamkan. Waah... makin seru tuh pergolakan dalam batinnya.

Hanya saja, kenapa penolakan menjadi momok yang begitu menakutkan? Padahal, dengan penolakan kita bisa memiliki setidaknya titik terang, dan berkata, "Oh, ternyata bukan dia, berarti siapa ya?"

Jadi minimal, possibility bahwa seseorang menjadi jodoh menjadi berkurang dan bertambah pada yang lain. Mungkin ini adalah pemikiran yang salah. Tapi, setidaknya bisa membangkitkan semangat juang tanpa lelah bagi seseorang yang sedang mereka-reka siapa gerangan jodoh yang disiapkan Allah untuk kita.

Contohnya aku. Sudah dua kali penolakan secara tidak langsung dalam hal mencari jodoh, hehe.

Pertama kali, ditolak tanpa sempat membuat pengakuan atau mengirim lamaran. Penolakan berupa pernikahan si target dengan orang lain, huhuhu... sedih memang.

Kedua, penolakan bahkan belum sempat kenal lebih jauh. Lewat SMS-an temanku dengan temannya yang menyatakan dia belum siap menikah dan syarat lain di mana aku tidak bisa sanggupi. Harus keturunan Arab minimal. Berhubung aku ga punya darah Arab, yang ada darah manusia, ups... maksudnya Minang, Tapanuli, dan sedikit Cina.
Jadi, yah, terpaksa mundur teratur.

Dan parahnya lagi, di antara dua penolakan itu, aku juga nolak orang lain. Hehe. Tetangga. Sekarang dia sudah hengkang dari lingkungan sekitar rumahku. Karena penolakan yang telah aku lakukankah? Semoga bukaaaaannnn..

Lagipula, apalah arti sebuah penolakan? Deuuu...

Soalnya, ada penolakan yang jauh lebih menyakitkan yaitu saat kita ditolak Allah memasuki surgaNya, huehehehe...

Okeh, cukuplah postingan kali ini dengan kata-kata penolakan. Semoga menjadi pemacu semangat bagi yang ditolak untuk melihat ke pintu lain yang tengah terbuka. Menanti mata kita untuk melihatnya, sekalipun hanya sekilas.
Atau dengan kata lain, satu peluang tertutup, tapi masih ada peluang-peluang lain yang sedang terbuka namun kita tidak melihatnya karena terpaku atau shock berlebihan pada peluang yang telah tertutup itu.

Buka mata, buka telinga, rasakan dengan tiga indera lainnya.
Kalo perlu pake indera ke-enam.
Berani ambil resiko demi mendapatkan peluang/kesempatan.

ups... ceritanya ngibur diri... :p

Sunday, 31 August 2008

Jealousy

Bukan judul lagu yang dinyanyiin Queen, hanya teringat akan sebuah diskusi di sebuah PT, hehe...

Waktu itu, ada tiga orang penulis yang saya sebut sebagai 'The Writer 3'. Mereka bekerja di perusahaan yang sama, dan mendaftar di sebuah forum penulis yang sama.

Mereka mengomentari sebuah cerita. Cerita cinta. Sad ending. Bagus memang. Tokoh sentral ada dua orang, laki-laki dan perempuan. Mereka jatuh cinta dan akan menikah. Beberapa jam sebelum pernikahan, ternyata sang perempuan meninggal karena tertembak peluru nyasar Ayah si perempuan yang sedang..... lupa ngapain, ngusir babi hutan dari ladang coklat miliknya kalo ga salah.

Dan salah seorang dari The Writer 3 kasi komen, 'bagus, tapi di tengah-tengah bikin mual'
Apa sebab? Karena di tengah-tengah cerita ada cerita orang lagi pacaran!

Lantas The Writer 3 yang lain bilang, 'itu namanya C E M B U R U'

Hehe...
Begitulah, salah seorang anggota yang mual gara-gara adegan romantis itu adalah saya.




Tak tau kenapa, kalo ada novel atau cerpen, saya menghindari paragraf yang berbau romantisme. Entah kenapa, saya suka mual membacanya. Karena cemburukah?

Hmmm.... Tidak sepenuhnya benar.

Mungkin ini karena ada sebuah kesatuan dalam kegiatan membaca, yaitu membayangkan. Kalau kita membaca sesuatu, automatically kita pun akan membayangkan apa yang kita baca. Bila ada paragraf tentang deskripsi sebuah lokasi, kita pun ikut hanyut dengan pembayangan/imajinasi tentang lokasi tersebut. Yang mana, tiap orang mungkin akan memiliki bayangan yang berbeda-beda pula.

Karena itulah, saudara-saudara. Saya benci membaca cerita yang ada adegan romantisnya!

Bukan hanya membaca sesuatu yang romantis, mengalami hal romantis pun saya tidak suka. Dulu, pernah ada seseorang yang memperhatikan saya. Saya pada awalnya ga nyadar, namun, entah bagaimana, perut saya mendadak jadi mules, badan menggigil. Hey, ada apa neeh?

Celingak-celinguk, masya Allah, ada yang sakit mata! Ada yang lagi mengawasi saya! Bukan penjaga toko, tapi teman saya. Dan saya pun bertanya-tanya, kok orang jelek diperhatikan lekat-lekat? Saya langsung tambah mual. Bukan karena yang memperhatikan berwajah jelek juga, bukan. Dia seorang lelaki tampan. Tapi, yah, dasar ga ada jiwa romantis, saya langsung merasa ga enak badan dan pulang ke rumah, hehe...

Tapi kalo cerita itu tentang bagaimana seorang tokoh menaklukkan hati atau mencoba melakukan pengakuan cinta, saya tidak alergi. Sebab ada sebuah semangat di dalamnya. Tidak peduli hasilnya akan ditolak, tapi saya suka tema perjuangan, hehe.... Perjuangan oleh pahlawan bangsa, perjuangan dalam dunia khayalan semisal Narnia/Lord of The Rings, perjuangan cinta juga tak masalah.

Friday, 1 August 2008

Solar Eclipse

Gerhana matahari, 1 Agustus 2008

Seumur hidup, eh, salah, hingga saat ini, aku belum pernah menyaksikan yang namanya gerhana.

Gerhana bulan ataupun matahari
Kata orang, yang paling indah adalah gerhana matahari
bagaikan cincin permata tuk kekasih hati
Aiih... kok malah berpuisi?

iLma

Sunday, 6 July 2008

Hal Aneh dengan Penginderaan (Mata) >> edited

Pepatah Minang lama mengatakan,
(aku lupa urutannya)

Lidah condong nan ka lamak
Mato condong nan ka rancak

Artinya: lidah ini biasanya suka yang enak-enak, dan mata biasanya suka liat yang bagus/indah/cakep/dll

Kadang dalam memilih pasangan hidup pun banyak yang mendamba suami tampan atau istri cantik. Eits, bahasannya mulai berat neeehh... hehe, maklum, udah waktunya membicarakan masalah ini. Terutama laki-laki. Malahan ada yang berkata seperti ini, "Cewek kan banyak, kenapa ga milih yang cantik aja sekalian."

Cumaaaa.. Ada juga pengecualian. Kadang ada laki-laki tampan dan gagah beristrikan wanita biasa dan kurang menarik. Kenapa bisa demikian? Kasian isterinya (atau suaminya?).

Misalnya, David Villa (halah, contoh kok malah pemain bola)
Istrinya yang bernama Patricia menurut beberapa orang perempuan (termasuk aku, hehe) kurang begitu cantik berdasarkan standar orang Spanyol yang 'sodaraan' sama orang Timur Tengah, ups...
Tapi, sepertinya Villa begitu memperhatikan dan menyayangi sang isteri (bahkan keliatannya dia sekarang lagi hamil anak kedua). Apalagi putri pertamanya yang bernama Zaida juga keliatan begitu disayangi oleh papa Villa (aku kalo punya anak cewek nanti, insya Allaah, kasi nama Zaida juga ah, kalo cowok, Zaid >> ga kreatif yah?).
Yah, sudah rahasia umum kalo pesepakbola jadian sama model atau cewek yang phisically cantik. Villa kan lumayan cakep juga dan/walo mirip sama packing boy di PT tempat aku kerja, hehe. Jangan salah paham! Aku bukan bermaksud merendahkan pekerjaan, duh, jadi merasa serba bersalah gini... :'(

Villa dan istri tercinta (seperti orang Philipine ya?)

Lalu, Chris Daughtry (maaf, kok contohnya orang luar terus?), vokalis grup band Daughtry. Dia menikahi seorang wanita yang telah memiliki anak satu. Udah gede lagi, dan dia sayang seperti anak sendiri. Pdhal, kalo ga salah, waktu menikah umurnya baru 21 tahun. Bayangkan, laki-laki masih 21 tahun, orang Amerika, udah mau nikah! Dengan janda pula! Wow...

Jadi, apa yang dilihat oleh pria dari perempuan?

Aku barusan baca di komik Waki Yamato, berjudul "Nishimuku Samurai". Salah satu topiknya juga mirip dengan ini.

Ada seorang pemuda yang dilamar oleh dua orang gadis. Yang satu cantik dari keluarga terhormat, yang satunya lagi kaya raya tapi jelek. Akhirnya sang pemuda memilih untuk menikahi putri yang jelek, bukan karena harta. Tapi karena rasa (duh, kok sok tau gini).
Sang perempuan jelek memiliki suara lembut yang begitu menentramkan hati si pemuda. Itulah yang menjadi daya pikat hingga pemuda bersedia menikahinya.

Hmm... kalo begitu, aku mau olah vokal ah, biar suaraku jadi merdu... Maklum daku kan jelek phisically.. :p
*halah, kesimpulan yang payah..

Ada juga yang bilang, "Cinta itu Buta"
Makanya dia ga meliat dengan mata kepala. Tapi ga tau pake mata apaan, hehe. Kadang ada yang cinta sama seseorang yang ga seharusnya dia cintai. Misalnya, ada yang mencintai ibu kandung sendiri, eh, itu Sangkuriang ya? Pokoknya gitu deh...

Kalo udah cinta mau gimana lagi? Apalagi dasarnya adalah cinta sejati, cinta Illahi. Insya Allaah pernikahan barokah... Aaaaaamiiiiin...

dO whAt yOu LOvE or LovE wHat yOu dO?

Pernah aku membaca,


Cintailah pekerjaanmu seperti kamu mencintai kekasihmu

Hehe, maaf, sedikit curhat. Sejak tahun baru 2008, hampir tiap bulan aku datang terlambat.
Ini bukanlah prestasi yang membanggakan sebagi seorang pekerja dengan status masih kontrak.
Lantas, Bos ku pun ngirim email peringatan, ditujukan ke semua orang di departemenku dengan maksud untuk "menyindir" beberapa orang, salah satunya aku.

Lalu, superiorku (jabatannya di bawah Bosku) bilang,

Prideness to our job will lead us to come early

Ini dia masalahnya, aku merasa tidak bangga lagi akan pekerjaanku. QA Engineer. Sebenarnya pekerjaan ini cukup menarik, setidaknya itulah yang aku rasakan di bulan-bulan pertama bekerja. Namun, seiring berjalannya waktu, project yang aku tangani pun mulai bisa aku kerjakan dengan "baik". Dan aku mulai kehilangan "tantangan" dalam bekerja.

Aku merasa, project yang diberikan padaku adalah project kacangan semua. Project biasa yang akan aman2 saja bila terjadi hal yang tidak diinginkan.

Tapi, hendaknya aku bersyukur pada Allah SWT, karena tidak diberi kesempatan untuk menganggur barang satu atau dua bulan. Tidak juga diberi kesempatan untuk mencoba berkali-kali memasukkan lamaran, diinterview, gagal diterima, dan rasa kecewa bahkan putus asa karena belum juga dapat kerjaan. Kesempatan untuk menambah pengalaman hidup, betapa susahnya mendapatkan pekerjaan. Kok malah kayaknya nganggur itu lebih banyak hikmahnya ya? Hehe...

Tapi Allah Maha Tahu apa yang sesuai untuk hambaNya.

Jadi yang harus aku lakukan sekarang adalah, tetap berusaha mencintai pekerjaanku sekarang meski hanya menangani project kacangan lebih baik daripada hanya menengadahkan tangan mengharap belas kasihan dari orang lain. Sehingga akan timbul rasa bangga, wah, gue engineer bo! Hehe..

Hhh... menghibur diri sendiri ternyata tidak mudah... :p

Tuesday, 4 March 2008

Complicated Thing Eps. 2

Yaaah... Ga Jodoh

Aku pernah bikin postingan dengan judul itu sebelumnya disini. Di sana aku bercerita tentang seseorang.

Seseorang yang akhirnya aku sadari telah memenuhi tempat di hati.

Kemaren, secara tidak sengaja aku membaca inbox-nya salah seorang rekan kerja di PT. Cuman, dia ga ada di kursinya. Berhubung udah bel istirahat, aku duduk di sana sebentar dan melihat sebuah email dari seseorang yang sepertinya kukenal. Judul email-nya bikin aku sport jantung, "Walimahan". Seketika aku merasa, nyawa tak lagi di raga. Setelah nyawa balik lagi ke tubuhku, kucoba meraih mouse komputer berusaha membuka email itu (abis penasaran), tapi ga bisa, ternyata komputernya hang. Jadinya aku bertanya-tanya, apakah dia yang....

Aku cari 2t, mau curhat, tapi tak ketemu. Yang ada hanyalah Eki, saudara sepupuku. Aku pun menceritakan apa yang baru saja kulihat. Entahlah, padahal belum jelas duduk perkaranya, bisa saja kan itu walimahannya orang lain yang minta tolong diumumkan. Begitulah si Eki berusaha menangkan aku yang seperti kebakaran jenggot, padahal ga punya jenggot pun. Berarti jenggot siapa yang terbakar? Loh kok malah bahas jenggot? Lagi sensi nih ama yang berjenggot... (sama kambing? Kan berjenggot...)

Lalu setelah balik ke lantai dua, Nining, teman ku yang lain, forward-in email itu ke aku. Dan firasatku benar, dia walimahan tanggal 08 03 08.

Aku seumur-umur belum pernah merasakan jatuh cinta kepada seorang lelaki, hehe. Ada juga terpesona atau kagum. Dan aku dari dulu juga merasa kalau perasaanku ke dia juga hanya sebatas kagum semata ga kedua mata.

Ternyata tidak, perasaan ini lebih dari kagum. Karena semalam tadi aku menangis mengenangmu mengingatmu, halaah kok malah jadi lirik lagunya Audi? Mana sambil tiduran dengerin lagu Rapuh-nya Opick. Tambah kacau deh...

Adakah Allah cemburu atas sikapku ini?
Tak menjaga hati dan pikiran yang sengaja diberi
Membagi dengan makhluknya yang belum sepantasnya kucintai

Astaghfirullah,

Meski ku rapuh dalam langkah
Kadang tak setia kepadaMu
Namun cinta dalam jiwa hanyalah padaMu
Maafkanlah, bila hati
tak sempuna mencintaiMu
dalam dada, kuharap hanya diriMu yang bertahta

Rapuh-Opick

Yah, setidaknya ada hikmah yang bisa kupetik dari pohon pelajaran hidup ini (jiee), yakni, dia bukan jodohku. Hmm... where is Mr. Right then? Hehe...

Ngutip sms-nya 2t, she said that:
Yang sabar ya ukhti, you are special pasti ketemu yang spesial juga. Mungkin beliau bukan yang spesial itu. Yakinlah, Dia ga akan mendzalimi hambaNya. Esok kan merekah bunga yang harum baunya lagi menyejukkan hati. Sabar. Jangan menangis...
Sekalipun di akhir sms dia bilang jangan menangis, tiap kali baca sms itu aku jadi pengen nangis... Childish banget yah? Disuruh jangan nangis malah nangis... Aku pernah nangis kek ini, cuman, kasusnya beda. Waktu itu, Liverpool kalah di final lawan AC Milan, karena udah kecapean nonton, aku seperti mati rasa. Pulang kerja, baru nangis sampe mata bengkak banget. Efeknya pun berlangsung lama hingga seminggu karena ditambah demam flu akibat stress berat, wuahaha, bodo banget, ga bisa nerima kekalahan...

Btw, rencana nonton A2C (Ayat-ayat Cinta sepertinya batal, gara-gara tayangnya kemaleman, atau terlalu cepat, aku belum pulang dari PT). Mau nonton hari Sabtu, mahallll...

Friday, 22 February 2008

Wise Man Says...

Wise man says, only fools rush in...
Eits, ini bukan sekedar lirik lagu semata. Karena beneran, kalo kita buru-buru ngerjain sesuatu (apalagi ditambah panik pula), hasilnya bisa berantakan. Klo dah berantakan, gimana duong?

Nah,
Wise man bilang lagi, learn by mistakes.
Hehe, jadi makin banyak kesalahan kita, makin banyak kita belajar. Apakah dengan semakin banyak belajar, kita makin pintar?

Kata Ryan Seacrest di akhir acara American Idol,
You decide!
Bener juga! Kita yang mutusin sendiri apakah kita bisa pintar dengan pembelajaran yang kita terima. Apakah kita menerapkan dengan benar apa yang telah kita pelajari? Apakah kita hanya nerima tanpa pengen mengaplikasikan pelajaran tersebut ke arah yang seharusnya berdasarkan logika dan nurani? Apakah kita cukup kreatif dalam menerapkan pelajaran itu? Apakah pelajaran yang diterima bisa nolongin kita dalam mencapai goal mengapa kita hidup? Apakah guidance yang kita gunakan udah bener sehingga dalam penerimaan, pembelajaran, dan pengamalan semua pelajaran kita dapatkan kita ga melenceng jauh dari pencapaian tujuan hidup kita?

Terserah, karena kita yang menjalani hidup, dengan takdir masing-masing.

Kata Mama Anna di filem Freaky Friday,
Make good choices!

Wednesday, 20 February 2008

Menyakiti atau Disakiti? (Edited)

OK, topik ini dibuat karena aku merasa sedikit gelisah...

Susah memang menata hati agar penyakit hati tak hinggap dan mengakar kuat.Jaga hati sendiri susah, apalagi hati orang lain.
Terkadang kita bersenda gurau tanpa maksud menyakiti, namun, belum tentu orang yang kita ajak bercanda maklum akan maksud kita.
Terkadang hati kita sedang gundah, atau bad mood, hingga terpancar dari aura dan air muka. Sampai-sampai orang yang innocence pun kena getahnya, dengan nada hardikan kita berbicara dengan mereka. (Kejadian ini pernah menimpaku, gara-gara sibuk nyari PCBA*, adik sepupuku Eki malah nanya hal yang ga begitu penting dan tanpa sengaja aku bentak dia, aku membentak... MAAP Ki...)
Tapi syukurlah, Eki cukup dewasa untuk mengerti, kalo aku lagi kelimpungan nyari PCBA mini...

Aku kadang berpikir, menyakiti dan disakiti keknya saling berhubungan. Orang menyakiti kita karena sakit ati sama kita. Berarti kita yang disakiti sebenarnya telah menyakiti orang lain. Wuaaa... pada bingung pasti...

Tapi, tidak mutlak begitu sih. Kadang ada yang menyakiti tanpa sengaja, tanpa sebab asal. Misalnya seperti tadi, becanda.
Atau sifat yang terlalu lugu dan polos hingga ga nyadar (baca: peka) terhadap situasi orang yang diajak bicara.

Contohnya aku, apakah aku udah menyakiti orang itu? Apakah dia akhirnya sadar kalau aku ga punya perasaan khusus sama dia.
Sebenarnya bukannya ga suka sih, cuman, entahlah, ada sesuatu pada dirinya yang bikin aku kurang merasa nyaman.
Teman dan adik sepupuku bilang, dia orang baik. Tapi mereka kan liat luar doang (begitu juga aku, hehe).

Apa-apa yang kita anggap baik, belum tentu baik menurut Allah
Apa-apa yang kita anggap buruk, belum tentu buruk juga di mata Allah

Astaghfirullah, entahlah, aku bingung...

Mana yang baik menurut Allah itu, aku ga tau... Kalo folow your heart bisa menjawabnya, tapi yakin ga hati kita dalam keadaan yang begitu bersih, hingga pilihan kita itu benar-benar sesuatu yang baik bukan karena kita condong pada satu di atas yang lainnya?

Maaf, OOT dikit, menanggapi kalimat ini:

Apa-apa yang kita anggap baik, belum tentu baik menurut Allah
Apa-apa yang kita anggap buruk, belum tentu buruk juga di mata Allah


Kemaren, aku naik metro trans**, belum begitu penuh, jadi bisa milih-milih tempat. Aku pengen banget dapet tempat dekat jendela. Ada satu bangku yang memungkinkan, cuman. orang yang ada di bangku itu harus geser dikit, biar aku bisa masuk. Sikap dari orang itu cukup aneh, dia seakan-akan mau menyilahkan aku masuk, tapi ga mau geser dikiiiit ajah. Jadi, dengan sedikit rasa sebal aku duduk di tempat yang tersedia.

Ga taunya setelah beberapa saat mobil berjalan, jendela dekat tempat duduk yang aku mau, hampir copot. Wakwaw... Alhamdulillah, aku ga duduk di situ. Ehehe...

*) PCBA = Printed Circuit Board Assembly, contohnya memory RAM, motherboard, ukurannya beraneka ragam, mulai dari 2x2 cm hingga seukuran kertas big posternya BOLA.
**) Metro trans = angkot yang mengunakan mobil jenis L-300 modified, arah duduk bangku penumpang dan penumpangnya seharusnya, ke depan, bukan menyamping seperti kebanyakan angkot di Padang, Sumatera Barat. Tergantung dari penumpangnya siapa, kalau sekumpulan anak sekolahan satu geng yang terpaksa duduk berpisah-pisah, ada yang hadap belakang, ada yang normal hadap depan karena adanya tuntutan untuk ngobrol soal macam-macam yang berkaitan dengan kehidupan anak muda... Contoh gambar "isi" metro trans:


Monday, 18 February 2008

Lanjutan Mari Bersyukur

Dah lama pengen posting ini. Sebelumnya aku pernah bikin tentang bersyukur yang akhirnya melenceng kemana-mana, hehe...
Di mushola ada mading Ristek (Remaja Islam Surya Teknologi). Di mading itu ada sebuah puisi kiriman salah seorang sahabat. Puisi itu kueren banget, tentang bersyukur juga.
Bagus buat jadi renungan:



Oia, numpang jualan, silahkan kunjungi kios hamasah, mudah2an di sana tersedia yang sedang dicari... ^^

Saturday, 16 February 2008

Complicated Thing

Kisah ini berawal dari obrolan siang rekan kerja di PT. Mereka iseng-iseng ngobrolin soal pernikahan. Auw! Hehe..
Aku ga tau siapa yang ngomong duluan, soalnya aku lagi konsentrasi penuh main game BOU. Tau-tau aku udah denger, "... bulan Januari, Mba Emi. Bulan ini Hariyati. Bulan depan, insya Allaah, Mba Yunita. Bulan April siapa yah? Oh, Mba Ilma!" kata salah seorang dari yang ngobrol.
Terang aja aku aminin dalam hati. Abis udah umur segene, belum nikah juga?

Sorenya, aku ngadu sama sobatku, 2t, tentang obrolan siang itu. Tiba-tiba dia inget, beberapa waktu yang lalu, dia bersama Nining, rekan kerja di kantor, sempat nanyain kepada seseorang tentang aku.. Trus, 2t nanya, "Gimana, kok ga di-follow up? Kick off nya kan udah Tuti bantuin..."
Aku cuman senyum miring aja, hehe. Abis, akhir dari kick offnya kayak apa? Ima bingung gimana nyambunginnya, apa yang mau ditanya, atau shooting langsung?
Ga mungkiiinnnn banget! Yang ima tau, terakhir seseorang itu cuma bilang, "Orangnya yang mana ya? Aku lupa-lupa ingat..."

Lagian, seseorang ini sekalipun titel terakhir D3, tapi dia udah kerja selama kira-kira tiga taon, yah, setaralah dengan S1 (menurut aku). Ini, sedikit banyak, bisa bikin dia jadi inceran para cewe2.
Mungkin, aku ngalamin yang namanya krisis pede. Tapi, itulah, mau narsis, ga tau apa yang mau dibanggain. Titel, yang cuman lulusan S1? Kerjaan, yang gajinya imut-imut? Tampang, yang cuman pas-pasan? Keturunan, yang cuman berasal dari keluarga susah? Iman, yang slalu naik turun ga karuan?

Sussaaahh...

Astaghfirrulloh, Ya Allaah, ampunilah hamba yang ga bersyukur atas nikmat yang kau beri ini...

Sebelum obrolan siang itu, saat makan siang bareng, 2t, juga sempat bilang rencananya untuk S2 ke Singapur atau Malaysia.
Nanda, temen satu kuliahan yang akhirnya kerja di PT yang sama dengan aku dan 2t, nimpalin, "Kok jauh banget sih Ti?"
"Mana jauh, toh bisa bolak balik dalam sehari, kan Tuti orang tuanya di Batam..."
"Trus gimana nikahnya? Kapan rencana Tuti?"
"Nah, itu dia, Tuti ke sana buat jemput jodoh Tuti. Mungkin aja, dia lagi nunggu di sana, tapi Tuti nya malah ga kemana-mana, gimana bisa ketemu? Gimana bisa nikah?"

Menjemput impian, eh, jodoh...

Sebenarnya, hidup ini punya banyak pilihan yang akan berakhir pada ending yang berbeda-beda. Menurutku, takdir kita juga kek itu. Apakah kita nanti mati diserempet kereta api, atau gerobak sampah? Mati kufur atau beriman? Itu depends on how we make choices in this life. Karena seperti yang sudah kukatakan tadi, setiap pilihan punya ending yang beda-beda.

Masalah rejeki, jodoh, dan mati udah digariskan saat pertama kali nyawa ditiupkan waktu kita masih di dalam rahim ibunda. Bukan berarti, seseorang yang miskin udah ditakdirin miskin selama hidupnya, atau ga ketemu jodoh bakalan jomblo seumur-umur, de el el.
Tapi, dalam takdir itu, mungkin neeh, ada beberapa pilihan yang bercabang-cabang dengan hasil yang ga sama.

Bisa aja seperti yang 2t bilang, jodohnya bukan di sini, tapi di luar negeri. Kalo aku sih, Allah itu punya banyak skenario buat mempertemukan kita dengan si Jodoh. Bisa saja bertemu tanpa sengaja, atau malah disengajakan, misalnya dijodohkan. Cuma, itu kembali dari persepsi kita masing-masing tentang takdir Allah terhadap kita. Nah, gimana caranya menginterpretasikan maksud pesan-pesan Allah saat Dia ngasih takdir ke kita ini, yang susah.

Ataw, si Jodoh yang berada di antah berantah itu, tiba-tiba dateng ke kita dari arah yang tak diduga-duga. Misalnya, dia mengadakan hubungan kerja sama dengan PT tempat kita kerja, tanpa disangka bertemu di saat yang tak terduga, tabrakan waktu mau ke toilet kali, trus saputangan kita jatuh, tapi kita pura-pura ga liat dan malah ngacir karena malu. Ga taunya di sapu tangan itu ada tulisan nama kita sama no HP, trus dia telpon, akhirnya temenan, dan jadian lewat pernikahan, hehe... Novel jaman kapan yah ceritanya kek ini?

Mungkin Allah SWT coba menguji kesabaran kita, hingga saat ini Dia belum mempertemukan dengan seseorang akhir dari benang merah kita. Soalnya, benangnya kepanjangan, jadi butuh waktu agak lama untuk akhirnya bertemu dengannya. (Ini versi orang yang sabar)

Kembali lagi dengan ayat Allah SWT, tentang "Tidak akan diubah keadaan suatu kaum kalo ga berusaha."
Jangan harap hujan emas datang hanya dengan duduk manis menunggu. Gitu juga dengan jodoh, kalo ga diusahain gimana bisa ketemu. (Ini versi orang yang ulet, gigih dan senang bekerja keras)

Tapi Allah juga punya kuasa atas segala sesuatu, dengan kata "Kun Fayakuun", hujan emas itu bisa kejadian juga kan? (Ini versi orang yang berbaik sangka pada Allah)

Nah, kamu versi yang mana? Hehe...

Mungkin kita musti instropeksi diri juga.
Kadang kita melihat terlalu jauh ke depan dan ga nyadar ada cinta tepat di depan mata
Kadang kita mengharap terlalu tinggi atau mengharap kesetaraan, namun, semoga kita ga menjadi angkuh karenanya

Seperti arham_kendari bilang,
Hidup terlalu singkat jika dilewatkan dengan pilihan yang salah
Tapi menurutku sebaliknya, hidup terlalu panjang dan melelahkan hingga pengen mati cepat kalo menghabiskannya dengan orang yang salah. Contohnya, kalo kita belajar pelajaran yang kita sebel, pasti lonceng/bel berakhirnya pelajaran bakalan terasa lama. Tapi kalo pelajaran favorit, waktu terasa terlalu cepat berlalu. Hehe...

Sudah ah, postingannya udah kepanjangan.

Saturday, 9 February 2008

Pengalaman Pertama

Postingan kali ini, aku dedikasikan untuk temanku yang lagi bingung saat pertama kali kerja, Nandut... Moga2 ga kapok nanya2. Aku juga waktu kerja nanya sana, nanya sini. Sampai2 liat orang aja, mereka langsung bilang, "Apa lagi Ilma yang ga ngerti?" Hehe, enjoy aja... Karena hidup terlalu singkat kalo diisi hanya dengan mengeluh... Hadduh, nasihat mode on, huehehe.
Okeh, mari kita mulai, bismillaah..

Selalu ada pengalaman pertama dalam hidup kita.
Hasilnya, bisa aja langsung sukses 100%, atau hancur minah.
Namun, hasil untuk pengalaman pertama ini ga bisa jadi patokan selamanya bakalan gitu.

Misalnya, pertama kali ngomong, kita bisa aja ga lancar2 amat, tapi seperti kata pepatah Minang "Alah bisa dek biaso" atau "Lanca kaji dek diulang". Maksudnya kira-kira begini, sesuatu itu kalo dilakukan berulang kali, akan jadi terbiasa dan kita terlihat expert banget.

Nah, gitu juga kerja. Awalnya, kita, apa yah istilahnya, masih tertatih-tatih untuk ngerti apa yang dimaksud oleh orang2 di PT saat ngomong FA Run (pertama kali running suatu model), atau full kit, atau debug, atau apa pun lah. Hal ini jangan jadi penghalang buat kita untuk maju.
Ayo semangat! Kadang Nanda malah pengen jadi orang lain saja, it is ok if you want to be somebody else, but it's better to be your very own self.

Ngomongin, soal pengalaman pertama, siang ini aku coba FA Run facial, aiiihh.. Mentel...
Denger2, facial ini menyiksa diri, jadi aku gugup juga, dosakah hamba? Tapi, kita ga boleh judge sesuatu hanya dari bisik-bisik tetangga, harus ada bukti!

Pertama, mukaku dibersihin dulu. Hmm... ok, ga sakit tuh...
Kedua, ga tau diapain, kayaknya masih bersih2 juga... belum terasa sakit
Ketiga, kayaknya masih bersih2 muka, hhh... cape deh, ni orang ngapain sih, masa bayar 30 ewu cuman buat bersih2 doang, batinku...
Keempat, mukaku di-peeling-in... yah... kalo gini mending di rumah aja, pikirku. Soalnya kemaren2 beli peeling+maskeran, hehe.. malu...
Kelima, hidungku digencet, AWWWW... suaakiitt... Hoh, ini toh, kenapa orang pada kapok faisalan, eh facial... Trus berlanjut ke kening pipi, balik ke idung... Rasanya perih bgt. Aku sampe nangis, mau tereak, malu...
Terakhir, dimasker buat nutupin pori2...

Berakhir sudah penderitaan. Cuman, aku pengen lagi, abis hasilnya bersih, seneng... Tapi ujung-ujungnya rada kurang enak, musti kluarin uwit alias uang...


Friday, 8 February 2008

Mari Bersyukur!

Alhamdulillaah...

Hari ini, aku, walo pun masih sedih dengan keadaan yang dialami papa tercinta, bersyukur pada Allah. Setidaknya aku bisa menjadi manusia yang berguna bagi orang lain.

Terlepas dari apakah dimanfaatkan atau tidak, hehe... Ga kok, aku seneng bisa bantu2...

Soalnya, selama kuliah dulu, aku cuman jadi penghias, eh ga ding! Penghias berarti aku cantik donk... Secara, aku jauuuh dari yang namanya cantik.
Astaghfirullaah, kita ga seharusnya menjelek2kan diri sendiri sekalipun kita memang jelek. Menghargai ciptaan Allah, berarti menghargai Allah itu sendiri, betul?

Yah, back to topic... Sampai dimana kita tadi? Oia, masa kuliah! Aku dulu ga suka menonjolkan diri, ga tau napa. Jadinya aku kurang dianggap, dan aku pun nyaman dengan keadaan itu, hehe
Sekarang, beda. Aku dapet perhatian! Aih, seneng juga... Hehe, coba dari dulu aku gini, kan mayan nambah2 pengalaman. (?? pengalaman dapet perhatian??)
Karena ga terbiasa dengan pujian, begitu mereka muji, aku cuman diam, sambil senyum dikit...

Hal ini berawal dari rubrik ulasan pertandingan futsal yg diadakan PT tempat aku bekerja. Mereka lalu manggil aku jurnalis. Perasaan, tulisanku itu biasaaa banget. Mungkin karena belum pernah ada yang bikin kek gituan, begitu aku bikin, ledakannya ruarrrrr biasa!

Setelah itu, aku dipromosikan jadi anggota Program, sebelumnya aku jadi anggota dokumentasi. Karena aku suka fotografi, jadi, aku tolak dengan cari penggantinya temenku yang udah lama berpengalaman dalam bikin acara sewaktu di kuliahan dulu...

Ternyata, mereka tertarik sama aku karena aku, menurut mereka, bukannya sombong, pintar bikin gambar2 atau desain2-an yang kreatip, hehe... Jadi pengen malu...

Oleh karena itu, mari bersyukur! Alhamdulillaah, Allah telah berbaik hati memberikan kemampuan untuk berkreasi padaku dan kesempatan hingga orang tau, sekalipun masih buanyaak orang yang jauh lebih kreatip.

Ah, udah ah, lama2 bisa jadi sombong, hehe