Showing posts with label Amigos. Show all posts
Showing posts with label Amigos. Show all posts

Monday, 10 March 2008

Ga Enak Jadi ST (Edited)

Ga Enaknya:
Aku tadi naik metro trans. Trus di dekat Bida Asri (nama salah satu perumahan di Batam) ada yang turun. Berhubung tempat dudukku menghalangi orang keluar, aku pun pindah ke depan di bangku serap yang menghadap ke belakang. Namun atas anjuran dari sang sopir, seorang ibu muda, menyuruh anaknya yang duduk di bangku serap itu, dan aku duduk di bangku anaknya itu.
Begitu aku duduk, itu anak protes dan nangis. Waduh, ga enak banget.. Mau pergi nyari bangku lain, posisiku "kejepit" dan sulit untuk keluar... Yah, akhirnya perjalanan itu adalah perjalanan paling lama sepanjang hidupku...

Jadi ST (Sarjana Teknik):
Wah, seneng banget. Alhamdulillaah, sekarang sudah ada Yuli ST, Dian Ayu ST, Adrian ST, dan kawan-kawan yang lain (ma-aaaaaafff, kalo ada yang terlewatkan, aku lupaaaaa...). Cieee... selamat menempuh hidup baru sebagai pengangguran dan semoga cepat menghasilkan uang halal yang Allah ridha atasnya.

Tinggal Adi Wijaya dan Dina Rozelin. Ayo sahabatku, jangan lemah semangat, karena sesungguhnya Allah itu bersama orang-orang yang berusaha.

Saturday, 23 February 2008

A Friend of Mine

Aku mau nulis tentang teman aku. Dia tergolong orang yang paling unik yang pernah kutemui. Teman yang cukup berpengaruh dalam hidup aku saat ini. Dia nolongin aku untuk bekerja dengan baik. Dia yang phisically dekat dengan aku saat ini, karena takdir menentukan kami berada di PT sama (maaf San, nanti aku akan bikin cerita juga tentang kamu). Sebenarnya aku belum minta ijin ke dia tentang ini. Tapi, sutralah... Hehe... Ukhti, inilah pendapatku tentang dirimu.

Namanya IMUT, yah, kadang-kadang dia memperkenalkan dirinya begitu. Tapi liat situasi dan kondisi siapa yang diajak bicara dulu...

Imut means Cutie, datang dari nama panggilan kecilnya 2t (baca:Two T), Tuti.
Imut itself, bisa juga ditulis dengan imoot.
Lalu, Imoot menjadi imood.
Kadang, kalo orang Minang suka ngasih nama panggilan ke orang yang huruf belakangnya "i" ditaro ke depan. Misal, "Wati" jadi "Iwat".
So, Imood jadi moodi.
Kalo "i" di moodi diganti dengan "y", it will become moody.

Gimana, bingung? OK, to make it simple, kita bikin nametamorph (metamorfosis nama)

Tuti >> Cutie >> Imut >> Imoot >> Imood >> Moodi >> Moody

Wuahaha... maksa banget yah?

Nah, akhir dari nametamorph, adalah "moody". Inilah negative side of her.
Orangnya mood-mood-an. Mirip sama pembimbing Tugas Akhirnya, hehe, peace Pak!

Kalo lagi dapet mood bagus, selamatlah dunia. Dia jadi cewek yang periang, lucu, manja, de el el. Lagian ukuran tubuhnya mendukung, hehe... Maaf, Ti, ini bukan menghina tapi muji kok... Wajahnya pun komikal banget. Ekspresi dan mimik yang ia pancarkan mirip komik pula, kadang dia pun beradegan seolah-olah dia adalah tokoh komik.

Belum lagi suaranya yang ikut-ikutan imut dan bukan dibuat-buat emang terdengar manja. Pokoknya, ni anak lucu abis dan asik banget!

Belum lagi gaya berceritanya yang lucu ga dibuat-buat. Cerita basi dan biasa jadi menarik
untuk dikupas dan dibahas tuntas, hehe, hiperbolis? Ga juga, emang kenyataannya dia begitu.

Belum lagi (wupsie, ga nyadar, kata "belum lagi"-nya jadi ada
hampir di tiap kalimat, hehe) cerita tentang dia yang ga datar-datar aja, kayak hidup aku. Keren! Dia cerdas dalam mengolah informasi yang dia dapat dari dunia. Pintar bikin gambar komik lucu maupun serius. Tulisannya rapi dan bulat-bulat. Hmmm... berdasarkan ilmu baca sifat dari tulisan (maaf, lupa istilahnya apa), dia anak yang rapi dan bulat, ups.. maaf, saya bukan ahlinya...

Hanya dengan melihat dia saja, orang akan bahagia dan tertawa. Padahal kadang dia lagi marah. Pernah suatu ketika, dia perlu berbicara dengan seseorang di telepon. Tapi, orang yang ngangkat telepon malah mainin dia dengan pura-pura ga dengar. Wadduh, padahal situasinya saat itu adalah dia BUTUH BANGET diskusi tentang pekerjaannya, malah dibecandain. Kasihan, Tuti. Bukan salah dia kenapa dilahirkan dengan keadaan seperti itu (lo, kok jadi seolah-olah...).

Asiknya lagi, aku sering nyambung dengan apa yang dia bicarakan, dan sebaliknya, hehe... Seperti bisa baca pikiran satu sama lain.

Namun, kalo udah disentuh dengan yang namanya bad mood, semuanya akan jadi bad. Dia akan ngomong dengan bad expression, with bad tone. Orang yang ga kenal dia, bakalan pikir kalo dia bad person. Padahal itu cuman pengaruh mood ajah.

D
ia suka irritated sama hal-hal yang dilakukan orang lain yang menurut dia jelek. Misalnya, ada orang yang buang-buang air minum. Dia langsung marah-marah, cuman ga ke orang yang bersangkutan. Aku ngerti, dia pasti orang yang care banget sama lingkungan, sama dunia. Karena di belahan dunia yang lain, orang kesulitan air bersih.

Makanya, Rasul aja kalo wudhu aernya ga byar byur sana sini. Seadanya saja, jangan berlebih-lebihan.

Tapi mungkin lebih baik nanya langsung ke orangnya, mengapa mereka bersikap seperti itu. Pasti ada alasannya. Jika alasannya ga masuk di akal, bolehlah marah-marah, cuman buat apa marah, buat apa marah, marah itu, tak ada gunanya?

Dia suka terlalu cepat menarik kesimpulan hanya dari apa yang dilihat, didengar, dan dirasa. Contoh, suatu ketika, dia mau ambil air panas yang di pantry. Lalu di tempat cangkirnya ada handuk kecil yang sudah basah karena air tergenang disana. Dia langsung bilang, Apalah orang ini. Mungkin dia pikir, ambil minum kok ga kira-kira sampai meluber gitu. Ternyata, itu bukanlah perbuatan seseorang, emang mesin pemanas air nya suka bocor. Hehe, Tuti, tuti...

But anyways, dia itu orangnya baik, lucu, pintar, care for another, walau rada moody dan susah melupakan sesuatu yang bikin dia sakit hati. She is imut in size but not in thoughts. She has a great plan and idea in her head. A mature woman though looks like a little girl.


Ti, dont be angry ya... Ini adalah pendapatku tentang dirimu. Yang tau gimana kamu sebenarnya adalah kamu sendiri dan Sang Pencipta.. Umm... Keknya aku masih aman, karena dia jarang main ke blog ku, huahahaha...

Sedih juga sih... Blogku ga laku....

Hiks... hiks...

Saturday, 16 February 2008

Bali 2010

Tadi aku baca di milis nya anak TI01, dan ada yang nyinggung masalah Bali taon 2010.

Wiee... Belum kebayang, seperti apa aku di taon 2010 nanti.
Apakah aku udah jadi orang yang sukses berat?
Apakah aku udah nikah?
Apakah aku dah punya anak?
Apakah aku masih idup?

2010 = 2 taun lagi...
2010 = 27 taun usiaku...

Ga terasa ajah... Padahal saat ide ngumpul di Bali Y2010 tercetus, rasanya masih lamaaaa... banged.

Kalo saja aku tetep kekeh di PT surya hingga abis kontrak, means setahun lagi saat nya dateng ke Bali. Ada uang ga ya? Hehe, secara, bisa nabung 50 rebu aja udah napas senen kemis...

Hmmm... dua tahun lagi...
Tahun ini, temen2ku masih ada yang berjuang menyelesaikan studi di kampus Unand terci... ups, sudahlah, temen2 yang masih di sana. Janganlah terlalu mencintai kampus UNAND, jadinya susah untuk lepas dan pergi pursue your dreams...

Btw, pursue itu apaan yah?

But anyways, JOM*, KOBARKAN SEMANGAT EMPAT LIMA ENAM TUJUH, loh kok malah berhitung?

*=Ayo (bahasa Malay, sekalipun, mereka "maling" tapi tetep sodara serumpun melayu... Halahhh)


Saturday, 9 February 2008

Pengalaman Pertama

Postingan kali ini, aku dedikasikan untuk temanku yang lagi bingung saat pertama kali kerja, Nandut... Moga2 ga kapok nanya2. Aku juga waktu kerja nanya sana, nanya sini. Sampai2 liat orang aja, mereka langsung bilang, "Apa lagi Ilma yang ga ngerti?" Hehe, enjoy aja... Karena hidup terlalu singkat kalo diisi hanya dengan mengeluh... Hadduh, nasihat mode on, huehehe.
Okeh, mari kita mulai, bismillaah..

Selalu ada pengalaman pertama dalam hidup kita.
Hasilnya, bisa aja langsung sukses 100%, atau hancur minah.
Namun, hasil untuk pengalaman pertama ini ga bisa jadi patokan selamanya bakalan gitu.

Misalnya, pertama kali ngomong, kita bisa aja ga lancar2 amat, tapi seperti kata pepatah Minang "Alah bisa dek biaso" atau "Lanca kaji dek diulang". Maksudnya kira-kira begini, sesuatu itu kalo dilakukan berulang kali, akan jadi terbiasa dan kita terlihat expert banget.

Nah, gitu juga kerja. Awalnya, kita, apa yah istilahnya, masih tertatih-tatih untuk ngerti apa yang dimaksud oleh orang2 di PT saat ngomong FA Run (pertama kali running suatu model), atau full kit, atau debug, atau apa pun lah. Hal ini jangan jadi penghalang buat kita untuk maju.
Ayo semangat! Kadang Nanda malah pengen jadi orang lain saja, it is ok if you want to be somebody else, but it's better to be your very own self.

Ngomongin, soal pengalaman pertama, siang ini aku coba FA Run facial, aiiihh.. Mentel...
Denger2, facial ini menyiksa diri, jadi aku gugup juga, dosakah hamba? Tapi, kita ga boleh judge sesuatu hanya dari bisik-bisik tetangga, harus ada bukti!

Pertama, mukaku dibersihin dulu. Hmm... ok, ga sakit tuh...
Kedua, ga tau diapain, kayaknya masih bersih2 juga... belum terasa sakit
Ketiga, kayaknya masih bersih2 muka, hhh... cape deh, ni orang ngapain sih, masa bayar 30 ewu cuman buat bersih2 doang, batinku...
Keempat, mukaku di-peeling-in... yah... kalo gini mending di rumah aja, pikirku. Soalnya kemaren2 beli peeling+maskeran, hehe.. malu...
Kelima, hidungku digencet, AWWWW... suaakiitt... Hoh, ini toh, kenapa orang pada kapok faisalan, eh facial... Trus berlanjut ke kening pipi, balik ke idung... Rasanya perih bgt. Aku sampe nangis, mau tereak, malu...
Terakhir, dimasker buat nutupin pori2...

Berakhir sudah penderitaan. Cuman, aku pengen lagi, abis hasilnya bersih, seneng... Tapi ujung-ujungnya rada kurang enak, musti kluarin uwit alias uang...