Sunday, 10 August 2008

Guitar Hero(es)

Ini bukan Guitar Hero yang ada di sini. Sebuah game yang dikembangkan oleh RedOctane dengan tagline: Unleash Your Inner Rockstar. Tapi tidak lebih dari gambaran seseorang yang menurut kamu layak untuk menyandang gelar guitar master atau pakarnya gitar menggitar.


Gambar di atas adalah dua orang yang lagi main Guitar Hero

Aku paling suka permainan gitar ayahku. Beliau adalah kakak dari papa, mungkin biasanya orang bilang 'Pak De' atau 'Paman'. Kalo papa kandungku, aku ga pernah dengar beliau main gitar! Ayah, pernah mainin melodi doang dari sebuah lagu yang aku tak kenal. Tapi suara petikan gitarnya indah banget. Sejak saat itu aku suka denger suara gitar akustik. Klasik dan romantis (bukan rokok makan gratis), hehe.. Tapi aku suka denger aja, ga ada usaha untuk mencoba play a guitar.


Nah, kalo yang di atas, gambar David Cook, American Idol taon 2008
Kalo menurut aku, dia juga cukup berbakat, setidaknya aku suka permainan gitarnya..

Lalu, waktu aku pergi ke Batam untuk sekedar mencari ilmu tentang kehidupan, wups... *halaahh... mutar-mutar, bilang aja cari uang hehe*
Eh, sampe dimana tadi? Oia, begitu nyampe Batam, aku ketemu Guitar Heroes baru! Ketemu dalam artian 'denger' aja, belum pernah liat wajahnya langsung. Waktu itu ada pemadaman listrik bergilir di Batam. Kalo di kompleks ku sering dapet giliran mati listrik di malem hari mulai dari kul 6 sampe kul 9 ataw 10 malam.

Jadi, daripada bengong ga ngapa-ngapain, tetanggaku memetik alat musik favoritnya, gitar. Begitu denger, langsung aku berkata dalam hati, eits, ini kayak permainan gitar Ayah. Lagu pertama yang dia mainkan aku ga kenal, mungkin hanya sekedar kunci-kunci nada yang dia rangkai dalam sebuah lagu...

Kemudian malam-malam mati listrik berikutnya, dia main gitar sambil ngikutin lagu yang keluar dari mp3 player tetangga yang lain, lagu MCR - I don't Love You. Dia jago banget ngikutinnya. Padahal aku berpikir, dia berusia lumayan tua (seumuran Ayahku atau lebih muda dikit, sekitar 50-60an, hehe).

Setelah pemadaman bergilir itu selesai, maka selesai pula dia gitar-gitaran. Selang beberapa bulan kemudian (baca: akhir-akhir ini), aku denger lagi dia main gitar, horeeee.. *insert suara tepuk tangan di sini
Tadi malam dia konser! Hehehe, dia mainin sambil nyanyi dengan suara sumbang lagu rock lama yang aku lupa judul dan penyanyinya, tapi cukup terkenal dilanjutkan dengan lagu dari Creed - One Last Breath. dan seterusnya dan seterusnya, secara tadi malam aku dah capek banget, pengen cepat tidur.... zzzzz.....zzz....

Friday, 1 August 2008

Solar Eclipse

Gerhana matahari, 1 Agustus 2008

Seumur hidup, eh, salah, hingga saat ini, aku belum pernah menyaksikan yang namanya gerhana.

Gerhana bulan ataupun matahari
Kata orang, yang paling indah adalah gerhana matahari
bagaikan cincin permata tuk kekasih hati
Aiih... kok malah berpuisi?

iLma

Wednesday, 30 July 2008

Cerita yang Tertunda

Bulan Maret lalu, aku kan pulang kampung.. Tapi selama bulan April aku lagi terserang penyakit! Namanya penyakit malas... Udah bikin draftnya sih, tapi waktu itu berhubung koneksi internet sering ngadat, bikin aku terjangkit penyakit yang tadi itu, malas.

Jadi sekalipun udah basi banget aku pengen bagi2 cerita. Oia, mungkin loading bakalan sedikit lama, karena akan banyak gambar2.
OK, here we go!

Pertama, dari keberangkatan.
Pesawat dari Batam berangkat kul 12 siang waktu setempat. Sayang aku lupa narsis di depan kamera di sekitar bandara kebanggaan penduduk Batam ini (karena cuman satu-satunya).
Yang ada poto yang aku ambil dari jendela 'pesawat tempur', hehe...

Ini foto Bandara Hang Nadim Batam saat berangkat, alhamdulillaah, cerah...

Trus aku bengong selama perjalanan? O, ga lah... Aku telah dibekali ilmu dan agama, ups, maksudnya dari rumah aku dah nyiapin bahan bacaan, yaitu Ayat-ayat Cinta karya Kang Abik... Hehe, emang telat, tapi bolehlah. Sekalian nyari tau dimana letak kejanggalan filem yang disutradarai oleh Mas Hanung yang pernah menjabat sebagai model iklan sebuah minuman energi.

Lalu, kalau ada yang unik dari luar jendela pesawat, aku sesekali motret, hehe... Seneng...

Kul 1.... aku nyampe di Padang, di Bandara Internasional Minangkabau alias MIA (dalam bahasanya Steven Gerrard, kependekan dari Minangkabau International Airport). Alhamdulillah, papa datang menjemput, aih,,, senengnya...


Mau nyampe...
Bandar Udara Internasional Minang Kabau, Padang dari kejauuuuhan

Setelah itu kami pun ke rumah ibunda Papa di Padang. Dimana selama kuliah, daku berada di dalam pengawasan beliau hingga beliau mulai renta dan sangat tua... Hmmm... ada yang aneh dalam kalimat ini, seolah2 beliau tua dan renta gara2 aku kuliah, bwihihi...

Kul 3, kami pulang ke LUBUKSIKAPING!!! Asiiiikkk... Aku saking bahagianya, sampai-sampai ga mabok darat, biasanya aku pusing dan mual kalo ke Lubuksikaping dari Bukittinggi maupun Padang. Tapi sayang, aku sempat ketiduran jadi ga sempat motret Lembah Anai... :'(

Selama perjalanan, aku menemui hal-hal yang berbeda dengan apa yang ada di kota besar. Yaitu lampu lalulintas. Di Padang Panjang, Bukittinggi, hingga akhir jelajah Lubuksikaping, lampu lalulintasnya seperti kalau kita mau racing ajah.. Pake countdown timer, hihi... Seru... Jadi kita tau seberapa lamakah lagi, kita menunggu lampu merah beralih warna jadi ijo..


3... 2... 1... Go!
Trus, aku yang kelaparan ini, diajak makan dulu di Bukittinggi (sekitar kul 5 sore). Makannya malah di tempat makan yang ada di mana2, KFC. Ada sedikit gurat kecewa di wajahku, hehe.. Abis pengennya makan nasi dengan lauk khas Minang... Tapi tidak apalah, setidaknya ketemu Ashton Kutcher ala Bukittinggi, hehe... Jagalah pandangan... Astaghfirullaah...

Nyampe di Kumpulan, kami istirahat lagi, makan malam. Tempat yang dipilihkan agak terasa kurang mengundang selera makan. Cuman, karena lapar, hajar!!! Aku makan samba cancang..
Lalu kita silaturrahmi dulu ke kenalan Papa yang ada di sana. Kemungkinan perjodohan ga bakalan ada, secara anak-anak Oom temen Papa ini umurnya jauuuh di bawah aku... Dan yang paling gede, cewe...

Trus, kami beringsut pulang ke LUBUKSIKAPING!!!

Di rumah, udah pukul 8.30 malam. Aku ga ngerasa capek dikit pun, mungkin diberi kekuatan oleh cinta, halaaaaaahhhhh.....

Kedua, cerita di rumah...
Aku ga ngapa-ngapain, buku A2C yang dicicil dikit-dikit tiap hari, selesai hanya di hari kedua aku berada di rumah. Ngapain lagi yah? akhirnya aku iseng motret rumah. Kalo lagi kangen liat poto2 aja..


Rumah tercinta


Halaman rumah nan asri (halah, narsis!)

Kamar ku... mantap, dah disiapin, kapan dadi mantennya yah?

Ada fotoku! Untuk mempertegas identitas si kamar


Anggrek yang dirawat Mama dengan cinta...

Ketiga, balik ke Batam
TIDAAAAKKK!!! Aku masih pengen di sini, belum mau kerja, hehe..
Akhirnya, aku pun harus memenuhi panggilan alam, eh, tuntutan hidup. Kalo ga kerja, dapet uang dari mana?
Aku nginap dulu di rumah nenek yang kupanggil 'Maek'. Bermanja2 sama kucing kesayangan yang udah semakin tua juga (dia ga punya generasi penerus, keburu mati saat melahirkan. Kasihaan.. dia ga punya pengalaman melahirkan anak apalagi yang dalam keadaan sungsang).

Aku dijilatin kucing, saking sayangnya dia sama aku... Aihh...

Tibalah hari H, aku berangkaaaaat!!! Tidak lupa jepret2, berikut hasilnya langsung dari udara, hehe..


Ada gunung yang tak dikenal oleh iLma

Batam lagi mendung... Apa ga mau menerima kedatangan iLma yah? :'(


Begitu sampai, cari troley, dapet yang nomornya segini.. HIDUP TI!!! 3X

Yap, itulah perjalanan panjang seorang iLma saat pulang kampung bulan Maret, akan menyusul insyaAllaah pulang kampung bulan Oktober, hehehehehehe....

Sunday, 27 July 2008

New Project!


Sepertinya ini adalah jawaban dari postinganku yang terdahulu disini.

Akhirnya, aku dapet project baru!!!!
Yay! Yay! Yay! *sambil loncat-loncat bahagia*

Namanya Smith and Nephew. Project kelas 3 untuk peralatan medis. Jadi penanganannya musti kudu harus hati-hati. Ditambah lagi, untuk mendukung kelancaran proses audit, maka banyak dokumen yang perlu disiapkan dimana dokumen2 tersebut belom pernah aku bikin. Asik! New challenge! Got to face it with no fear, cause Allaah is near, hehe..

OK, enough with happy noise. It's time to think what shud be done to make this project approved by customer.

A little about my Smith and Nephew >> norak!
Perusahaan ini bergerak di bidang peralatan medis yang berpusat di London, UK. 
Tahun 1856, Thomas J. Smith menjalankan usaha di bidang sejenis apotik. Lalu 40 tahun kemudian ponakannya Horatio ikutan gabung. Jadilah T. J. Smith and Nephew yang dikenal sekarang sebagai Smith and Nephew.

Segment pasarnya:
  • Wound management/healing: untuk menangani luka serius
  • Endoscopy: untuk melihat bagian dalam organ tubuh dan meminimalisir pembedahan
  • Orthopedic: untuk sistem penyambungan tulang

Tuesday, 22 July 2008

Menikah Karena Apa?

Postingan ini muncul akibat satu kejadian memalukan yang kualami hari ini. Mungkin ini adalah peringatan untuk tidak iseng ngutak-atik komputer orang lain. Well, ga sepenuhnya komputer dia sih, karena di perusahaanku, QA Engineer dan Process Engineer berbagi komputer. 
Berhubung file-file yang ada di luar adalah tentang project yang aku tangani juga (dia adalah rekan satu tim project), aku melihat ada file foto. Melihat sinkronisasi semua file yang dibuka, aku langsung berkesimpulan mungkin itu sample board model yang akan jalan untuk pertama kali. Namun, perkembangan di luar kehendak saya, yang terlihat bukan model PCBA tetapi model yang tidak senonoh mempertontonkan auratnya. Astaghfirullaah! 
Padahal sang lelaki sepertinya telah berumah tangga, kenapa dia harus melihat aurat wanita lain selain istrinya sendiri? Atau mungkinkah wanita itu istri sahnya? Aku rasa bukan...

Bagi tiap-tiap manusia yang telah mengucapkan syahadatain dalam hidupnya, seharusnya menganggap pernikahan itu adalah sebuah ibadah. Tiap ibadah niatnya tulus ikhlas lillaahi ta'ala. Jadi karena apakah kita menikah? Jawaban yang tentu saja karena Allaah.

Kenapa kejadian tadi bisa sampai kualami. Mengapa dia melihat sesuatu yang tidak seharusnya dia lihat. Apalagi itu di jam kerja! Tidakkah dia mencintai istrinya? Atas dasar apakah dia membangun sebuah bahtera rumah tangga? Karena nafsukah? Apakah istrinya adalah pacarnya dahulu? Lantas sebegitu dangkalkah nilai cinta yang mereka bina? Padahal dari hasil pacaran yang katanya harus dilalui untuk saling mengenal dan tidak salah pilih di kemudian hari.

Ternyata tidak saudara-saudara. Pacaran seribu tahun pun tidak menjamin kehidupan rumah tangga akan bahagia. Karena dasar cinta abadi bukan kepada manusia, tapi pada Allaah, Sang Pemilik Hati dan Cinta.

Mungkin beda agama, beda kepala, beda hati, beda pula pandangannya dalam melihat arti sebuah pernikahan.

Wallaahu alam! 

Maaf kalo postingannya terasa menggurui, padahal sendirinya juga belum nikah :p